Tampilkan postingan dengan label not me nor you. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label not me nor you. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Januari 2012

PUTUS ATAU CERAI??

lama gk nulis yaaaaa.....
hahahaaa... susah nulis sih diantara banyak kesibukan akhir2 ini...
copas aja deh dari sini

Putus atau cerai


Cinta itu tidak statis.
Ketika seseorang dengan pasangan hidupnya sedang dalam suasana garing, datar, jenuh, atau panas, mendidih, berduri
suasana yang tak seperti bayangannya, atau masa bulan madu sudah kering madunya, lalu terbersit dalam pikiran..
Ingin mencari pasangan baru, yang dalam bayangannya pasti beda.
Ada baiknya merenungkan tentang metoda setan yang menghalangi sukses, dengan 5 bisikan ini:

1. "Tidak ada seorangpun yang mau memperhatikan atau mencintai saya. Saya sendirian dan hidupku sunyi"
'Bisa jadi' (tidak selalu) perasaan demikian muncul karena pada masa kecil berada diantara orangtua yang memang aslinya tidak menunjukkan kemesraan didepan anak-anak, atau orangtua gagal menumbuhkan hubungan yang hangat/akrab, gagal mengajari cara meng-ekspresikan rasa sayang, sehingga anak2 tidak merasa dicintai. Ketika anak menjadi dewasa dia menganggap bahwa pasangannya, teman2nya dan org2 di sekelilingnya adalah orang yang dingin, kaku, tidak menarik.
Dia terombang ambing mencari dan mencari lagi seseorang 'yang bisa menghilangkan kesunyian dirinya'..dan itu akan sulit memenuhi harapannya. Atau sebaliknya dia mati-matian mencari perhatian.

2. "Saya memang tidak bisa. Saya tidak mampu. Saya tidak cukup baik"
Orang dewasa yang berasumsi demikian pd dirinya sendiri, ADA KEMUNGKINAN (TIDAK SELALU) bhw pada masa kecilnya orangtuanya memperlakukan dia dengan selalu mengkritik, mencela, memandang remeh, membuat serba salah. Anak tumbuh dengan timbunan perasaan AKU TIDAK SEMPURNA tidak menarik, tidak didukung, dan penuh dengan rasa malu.
Pada saat dewasa ketika sedang terjepit masalah, misalnya nilainya jelek, usahanya bangkrut, kecewa karena sesuatu..yang dibutuhkan adalah seseorang yang bisa mengangkat harga diri, yang kepada orang itu 'aib' nya dapat disembunyikan.
Bila orang ini sudah punya istri/suami, bertemu dengan 'orang yang salah' ketika sedang bangkrut atau kecewa, hidupnya bisa tersesat.

3. "Keinginan saya tak ada yang peduli, tidak ada harganya, 'pasti gak dianggep".
Ada kemungkinan dulu pada masa kecil orangtua tidak membiasakan mendengar pendapat atau suara anak2nya. Mendengar pendapat anak, tidak selalu berarti manut atau tunduk pada anak. Pendapat inilah yang menghalangi ortu sehingga memutuskan segala sesuatu tanpa bicara walaupun hal itu untuk kepentingan anak.
Saat dewasa dia terbiasa bungkam, agar terhindar hari konflik. Ia tumbuh dengan tumpukan merasa kalah, tidak dipahami, selalu dikerjain, dan ditolak.
Ketika hubungan sedang jenuh atau garing dengan pasangan, timbul 'ledakan' kemarahan yg dipendam dalam diam sekian lama, merasa dipekerjakan saja oleh pasangan, merasa memberi terlalu banyak, sedangkan pasangannya tidak memberi apa2. Kalimat marahnya (dalam diam):"kamu cuma mau uangku atau kamu cuman mau aku mencuci bajumu dan masak untuk kamu. Lantas apa yang aku peroleh darimu". Perjumpaan dengan 'orang yang salah' pada saat situasi rumah tangga begini, jadi runyam.

4. "Segalanya harus aku yang mengerjakan, dan harus benar"
Perasaan ini bisa timbul bila masa kecil anak berada dalam tekanan, diminta aktif terus, kerja terus, tak boleh nganggur. Orang tua ingin anaknya tidak malas. Tetapi kelewatan. Anak tak pernah ada kesempatan bersenang senang sedikitpun. Dia tumbuh dalam situasi memikul tanggung jawab secara berlebihan dan terus menerus. Ketika mencari pasangan dia memimpikan seseorang yang sopntanitasnya banyak, ceria, seimbang antara kerja dan main. Ketika rumah tangga sedang jenuh istri yang ingin jalan2 aja jadi tampak salah. Atau suami yang pamit mancing adalah dosa besar. ribut.

5. "Saya 'lebih' dari mereka semua dan saya berhak mendapatkan sebanyak yang bisa saya dapatkan".
Orangtua mendorong anak kecilnya secara berlebihan agar merasa lebih dibanding orang lain. Ketika dewasa dia jadi menuntut perhatian khusus, merasa terhina ketika orang lain melakukan pembatasan atau mengikuti suatu aturan main. Dia mudah sekali menganggap orang lain melanggar hak dia, walaup sikapnya tampak biasa2 saja. Hidupnya tidak mengenal teladan saling membutuhkan, saling memberi dan menerima, tidak sadar bahwa tuntutan cinta nya berlebihan. Tidak memahami kalimat" anda harus memperlakukan pasangan seperti anda ingin diperlakukan".
Dia akan selalu menganggap pasangannya gagal memenuhi keinginannya. Angkuh dan tak akan pernah menunjukkan perhatian. Lalu mencari dan mencari lagi..orang yang dianggap cocok.

Orang dewasa diberi akal untuk mampu meilih mana benar mana salah. Andai seseorang merasa 'seperti' salah satu tsb diatas, mencari dan mencari lagi orang yang dirasa cocok, meninggalkan luka dimana mana, pasti bukan orangtuanya yang salah, karena orang dewasa bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Karena itu baiknya tidak mencari siapa yang salah. Akan lebih baik kalau tulisan diatas dipakai sebagai modal melangkah, agar anak-anak tak menderita karena kita kekurangan ilmu mendidk anak.

Selamat merenung
(di inspirasi, ditambah, dikurang dan diolah dari buku psikologi karangan Spring JA)

Rabu, 09 Maret 2011

666 Syndrome in a Relationship

lagi-lagi copas dari kaskus



lagi agak males nulis sih... banyak uneg2 yang mau dikluarin, tp drpd kena "banned" dari seseorang, yasudahlah... mari berbagi tulisan2 bagus dan menggelitik yang saya temukan di internet...

"Cinta itu aneh, kadang bikin jantung berdebar-debar gak karuan, tapi kadang kalo dah kelamaan, cinta tidak lagi menimbulkan getar-getar aneh disekujur tubuh, yang tersisa hanyalah perasaan sayang… atau malah pudar seiring bergulirnya waktu.

Pertanyaan saya… Perlukah kita buru2 mengambil langkah perceraian ketika siklus cinta itu meredup dan perlahan kehilangan cahayanya?

Banyak yang give up… dan mencari jawabannya pada sosok lain yang bisa kembali menghidupkan getar-getar aneh tersebut… Mereka merasa ada yang salah dengan hubungan mereka, karena segalanya tidak lagi sama seperti dulu.

Sebenarnya… sebagaimana Tuhan menciptakan pasang surut air laut… demikian pula kehidupan pernikahan/hubungan percintaan… Ada kalanya pasang, ada kalanya surut… Kita hanya diminta untuk menikmati gelombangnya… berselancar diatas gelombang yang tinggi… atau sekedar tidur-tiduran ditepian… menikmati hembusan angin dikala pantai tak bergejolak lagi…

Ini yang saya pelajari belakangan ini… bahwa tidak selamanya hubungan cinta itu akan terus membara… ada kalanya kejenuhan datang melanda… ada kalanya bahkan kita menjadi muak akan kejenuhan kita sendiri…

Jangan menyerah… Bertahan dalam hubungan yang demikian tidak akan membuat kita mati… Cari tahu apa yang menyebabkan kejenuhan itu, lalu diskusikan bersama pasangan… kalau masih menikmati masa tenang itu… jangan paksakan untuk cari solusinya… nikmati saja… sambil berusaha, dan tetap jaga hati… karena pada akhirnya… Gelombang itu akan datang kembali, dan kita bisa berselancar kembali dalam hubungan yang menggairahkan…

Ada anekdot lucu tentang syndrom 666 dalam sebuah hubungan… barangkali teman-teman sudah pernah membaca… tapi gpp juga khan, saya share disini yahhh…

666 Syndrome:

Sebelum Bobo:
6 minggu: selamat bobo sayang,mimpi indah ya, muach
6 bulan: tolong matiin lampunya, silau nih.
6 tahun : Kesana-an dong kamu tidur dempet2an kayak mikrolet gini sih?!

Pakai Toilet
6 minggu: ngga apa-apa, kamu duluan deh, aku ngga buru2 koq
6 bulan: masih lama ngga nih?
6 tahun: brug! brug! brug! (suara pintu digedor), kalo mau bertapa di
gunung kawi sono

Balesin SMS:
6 minggu: iya sayang, bentar lagi nyampe rumah koq, aku beli martabak
kesukaanmu dulu ya
6 bulan: mct bgt di jln nih
6 tahun: ok. Cerewet

Bercumbu:
6 minggu: I love U, I love U, I love U.
6 bulan : Of course I love U.
6 tahun : Ya iyalah!! kalau aku tidak cinta kamu, ngapain nikah sama
kamu??

Pulang Kerja:
6 minggu: Honey, aku pulang.
6 bulan : I’m BACK
6 tahun : si mbok masak apa hari ini??

Hadiah (ulang tahun):
6 minggu : Sayangku, kuharap kau menyukai cincin yang kubeli
6 bulan :Aku membeli lukisan, nampaknya cocok dengan suasana ruan
tengah
6 tahun :Nih duitnya, loe beli sendiri deh yang loe mau

Masakan:
6 minggu: Wah, tak kusangka rasa makanan ini begitu lezaattt…! !!
6 bulan: Kita makan apa malam ini??
6 tahun: HAH? MAKANAN INI LAGI?

Memaafkan:
6 minggu: Udah gak apa-apa sayang, nanti kita beli lagi ya
6 bulan: Hati-hati! Nanti jatuh tuh.
6 tahun: KAMU GAK NGERTI2 YA DAH BERIBU2 KALI AKU BILANGIN

Baju baru:
6 minggu: Duhai kasihku, kamu seperti bidadari dengan pakaian itu
6 bulan: Lho, kamu beli baju baru lagi?
6 tahun: BELI BAJU ITU HABIS BERAPA??

Rencana liburan:
6 minggu: Gimana kalau kita jalan-jalan ke tempat yg kamu mau honey?
6 bulan: Ke Surabaya naik bis aja ya gak usah pakai pesawat
6 tahun: JALAN-JALAN? DIRUMAH AJA KENAPA SEH? NGABISIN UANG AJA

Dijalan
6 minggu: aduh jatuh ya yang? Hati2 yang
6 bulan: hati2 nanti luka
6 tahun: DIMANA SIH MATA LO!

Di cafe
6 minggu: suapin dong yang
6 bulan: bagi sesuap dong
6 tahun: GAK PUNYA TANGAN APA MINTA DISUAPIN MULU 

So…. how about you. Do you have this 666 Syndrome in your relationship? Hehehehehe… "

me? hmm.... sangat berharap sampai ke sindrom yang 6 tahun, dan berlanjut sampai 10 tahun, 20 tahun, 30 tahun, 40 tahun, 50 tahun... with ya, darl....

Minggu, 06 Maret 2011

Is It Fear or Is It Love?

Copas dari sini

Do you love your spouse or do you fear to live alone?
Do you love your job or do you fear of having no money at all?
Do you fear God or do you love God
?


Pada dasarnya banyak hal yang kita lakukan di dunia ini karena rasa takut. Kita makan karena kita takut kelaparan, kita berusaha sekuat tenaga karena kita takut kalah, kita berjuang dan bertahan hidup karena kita takut mati. Perlu diakui bahwa rasa takut adalah salah satu motivasi kuat yang mendorong kita, manusia, melakukan banyak hal. Dan tak jarang pula terkadang hal itu bisa menghasilkan prestasi yang membanggakan.
Diawali saat kita masih kecil, kita sudah sering merasa takut mendapat nilai buruk yang akan mengakibatkan kemarahan orang tua. Nilai 7 untuk pelajaran matematika masih dirasa kurang. They want a perfect ten, or at least 8. Akhirnya kita belajar sekuat tenaga untuk mendapatkan nilai yang bagus. Hanya supaya tidak mendapat amarah orang tua. Mostly, it works!
Hal ini terus berlanjut hingga kita menjelang dewasa. Bukan cuma orang tua, terkadang lingkungan pun begitu. Menjelang SMP, SMA atau kuliah pasti ada saja sebagian remaja yang memaksakan berpacaran karena takut dibilang “nggak laku”. Memilih jurusan yang sedang jadi trend karena takut dibilang “nggak keren”. Bahkan mungkin masih ada sebagian orang yang akhirnya menikah karena takut dicap “perawan/perjaka tua”. Melelahkan? Pasti! Namanya juga hidup. Membahagiakan? Belum tentu..
Menurut kamus Wikipedia, rasa takut adalah perasaan khawatir yang timbul karena adanya suatu ancaman. Suatu system pertahanan mendasar yang merupakan respon dari adanya ancaman, rasa sakit atau keadaan bahaya. Dan yang kita rasakan secara fisik adalah jantung berdebar. That’s why, apapun yang kita lakukan karena rasa takut pasti akan melelahkan. So how?
Find your love.
It is not easy but it can be done.  Pernah melihat seorang anak kecil yang melakukan sesuatu karena memang dia mencintai apa yang dilakukannya? Sebut saja Brandon, salah satu bocah ajaib berusia 7 tahun yang cinta banget nge-dance. His love and passion in it membuat dia dikenal di khalayak luas sekarang.
Adalagi seorang teman, (hmmm.. beberapa sebenarnya) yang sudah mendapat posisi yang cukup tinggi di dalam perusahaannya (ada seorang brand manager produk ternama, seorang creative director sampai seorang direktur di sebuah perusahaan di Singapura) yang akhirnya memilih hengkang untuk mendalami hal yang benar-benar dicintai (mulai dari mengajar belly dance, penjual klappertaart sampai menjadi spiritual healer).
Hasilnya, memang tidak bisa langsung dirasakan pada saat itu juga. Penghasilan sudah pasti berkurang, pada awalnya. But, they feel joy. Kebahagiaan yang belum pernah dirasakan sebelumnya.  Dan sebenarnya, salah satu kunci keberhasilan adalah your own happiness. Karena melakukan hal dicintai, they never feel tired. Titik jenuh mungkin ada, kegagalan mungkin bisa terjadi, but they always find the reason
to go back. LOVE.

Saat ini si pengajar belly dance sudah memiliki puluhan murid, penjual klappertaart sudah memiliki belasan counter di supermarket premium dan sang spiritual healer sudah membuka kelas workshop dan menjadi pembicara di berbagai seminar spiritual.

So, how about you
? Apakah semua yang anda lakukan masih berdasarkan karena rasa takut? Beranikah anda meninggalkan hal yang sudah biasa dilakukan untuk hal yang benar-benar anda cintai? Atau apakah anda sudah menemukan cinta dan passion dalam hal yang anda lakukan? Bersyukurlah kalau itu sudah menjadi jalan hidup pilihan anda sekarang.
Find your love, because love leads to joy, joy leads to your purpose in this world, and that leads you to God. Isn’t He always be our last destination? Have a wonderful journey!

Sabtu, 05 Maret 2011

Komitmen Dalam Pernikahan... Biar Ga Banyak yg CERAI :)



A : Aku tdk menyukai istriku lg !
B : Pulang dan cintailah dia
A : Anda tdk mengerti aku, aku sdh tdk punya perasaan itu lg.
B : Pulang dan cintailah dia
A : Tetapi scr emosi aku berarti tdk jujur kalau aku memperlakukan istriku spt itu, pdhl aku tdk merasakannya.
B : Apakah menurutmu Ibumu mencintaimu?
A : Tentu saja (dg mantap)
B : Kira2 1 minggu stlh ibumu plg dr RS & membawamu plg, dan kamu menangis menjerit2 di tengah mlm krn popokmu basah dan dia terpaksa bangun walau tubuhnya masih sangat letih, berjalan di lantai yg dingin tanpa alas kaki utk mengganti popokmu dan menyusuimu. Apakah menurutmu dia sungguh2 menikmati itu semua?
A : Tidak (menunduk)
B : Kalau bgtu, Apakah Ibumu secara emosi jg tidak jujur?
Ukuran besarnya cinta bukan krn dia menikmati mengganti popok di tengah mlm, melainkan krn ibumu RELA melakukan itu semua meski dia tdk begitu menyukainya.

Pernikahan tdk hanya didasari perasaan Cinta, lbh dari itu yaitu KOMITMEN.

Saat pertama seseorg menikahi istrinya pasti krn cinta, ttp cinta yg menggebu2 akan padam seiring dg berjalannya WAKTU.

 
 Hanya KOMITMEN yg membuat Cinta manggebu2 menjadi Cinta yg matang dan dewasa.
Lalu.. apa yg disebut dg Cinta Sejati ??
Cinta sejati adalah cinta yg tdk memikirkan untung rugi, cinta yg rela berkorban demi seseorg yg dikasihinya.
Inilah cinta yg hrs diusahakan dlm setiap Pernikahan.

Ada org berkata “aku cinta kamu”.. berarti : “aku ingin memilikimu & biarlah km kumiliki” adlh cinta yg “egois” krn hnya bgantung pd perasaan seseorg.

Sebab perasaan akan dimakan oleh wkt dan bisa saja perasaan ini muncul pd diri org lain.
Suasana hati mudah brubah, kondisi fisik smakin tua dan tdk menarik.

KOMITMENlah yg menyelamatkan pernikahan.

Berani melakukan “tindakan” baik dlm keadaan suka maupun tdk utk mengasihi pasangan & mempertahankan Pernikahan yg telah Tuhan anugrahkan





Kamis, 10 Februari 2011

Cinta v.s Pernikahan



Satu hari, Plato bertanya pada gurunya,

"Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?"


Gurunya menjawab, "Ada ladang gandum yang luas didepan sana.

Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting.
Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta."

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.


Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?"


Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)."

Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut.
Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya."

Gurunya kemudian menjawab "Jadi ya itulah cinta"


Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, "Apa itu pernikahan?

Bagaimana saya bisa menemukannya?"

Gurunya pun menjawab "Ada hutan yang subur didepan saja.

Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja.
Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu pernikahan."

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon.

Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/ subur, dan tidak juga terlalu tinggi.
Pohon itu biasa-biasa saja.
Gurunya bertanya, "Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?"

Plato pun menjawab, "Sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong.

Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini.
Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya."

Gurunya pun kemudian menjawab, "Dan ya itulah pernikahan." 

*dedicated for you.... yes for you..... i was not looking back... even a little....*